UPDATEMAGZ.COM – Sinopsis Cahaya Terindah Episode 6 September 2019. Indah ingin menemui Marvel, tetapi Vita mengatakan kalau Marvel belum siap. Marvel di dalam rumah mendengar ada suara Indah, tetapi Dia benar-benar belum bisa menemui Indah. Lalu Dia pergi. Vita merasa tidak tega dan bujuk Marvel untuk temui Indah. Bagas sebelumnya mengikuti Indah. Bagas ingin mengajak Marvel ke suatu tempat dan ingin Ia tunjukkan.

Tasya datang lagi ke bengkelnya Andre, Dia merasa sudah sadar tentang ucapakan Andre kemarin tentang Vita dan Papahnya. Lalu Mereka melanjutkan makan. Tasya dan Andre kedua kalinya saling tak sengaja berpegangan tangan. Merry melihat Tasya dan Andre, lalu Ia menyuruh orang untuk menyakiti Tasya. Kemudian Tasya berangkat kantor, namun dompetnya tertinggal dan Andre mengejarnya.

Preman suruhan Merry ingin menghentikan mobil Tasya, Andre melihat motor yang mengikuti Tasya. Bagas membawa Dia bertemu Indah. Tetapi Marvel berkata kalau Ia belum siap bertemu Indah. Preman itu ingin mencelakai Tasya dan Andre melindunginya. Dia menyuruh Tasya lari dari tempat itu.

Cahaya Terindah 6 September 2019 Sinopsis: Episode 123

Marvel dan Indah bersama, Dia mengatakan kalau Ia sudah tahu tentang semuanya kepada Marvel. Indah masih cinta terhadap Marvel. Dia tak ingin Marvel pergi lagi dan Indah berjanji akan ada terus berada di samping Indah sesulit apa pun jalan yang harus Ia lewati. Marvel juga berjanji tak akan meninggalkan Indah.

Mereka berdua akhirnya bersama lagi. Hendardi melihat Indah dan Marvel masuk ke dalam mobilnya Marvel. Dia mengikutinya. Sementara itu, Tasya hampir celaka oleh orang-orangnya Merry. Saat disuruh pergi, Tasya terjatuh dan hampir tertabrak. Andre mendorongnya dan Dia justru yang tertabrak dan tergeletak di jalan.

Sinopsis Cahaya Terindah Episode 6 September 2019

Preman-preman itu melihatnya dan kabur. Tasya menghampiri Andre dan menangis. Dia menyuruh sopir yang nabrak telepon ambulan. Indah sedang romantisan dengan Marvel. Sedangkan para preman melaporkan ke bos mereka kalau mereka salah sasaran. Bos preman itu mengatakan kalau yang ketabrak adalah andre adiknya Bu Merry, bosnya dan kelar hidup ku kalau Dia tahu.

Tasya membawanya ke rumah sakit dan menunggu di sana. Indah pulang, di sana sudah ada Bagas. Indah berterima kasih ke Bagas. Hendardi datang dan mengatakan Kamu bohong lagi sama Ayah? Hendardi nampak kesal sekali. Dia tak ingin anaknya bersama Marvel. Indah menangis dan menjelaskan kondisi Marvel yang sekarang. Dia tak datang ke resto itu karena mengalami kecelakaan dan buta.

Indah memohon ke Hendardi untuk memberikan kesempatan lagi bersama Marvel. Hendardi akhirnya mengatakan kalau semua pilihan ada di tangan Indah. Dia menyuruh Indah membereskan semua permasalahan Dia, Marvel dan Bagas untuk jadi lebih baik. Indah senang keputusan dan memeluk ayahnya.

Indah mendatangi bangsa Andre dan menangis di sana. Sedangkan di tepi sungai Bagas merasa kesal dan sedih. Dia senang melihat Indah bahagia namun tak rela lihat Indah dan Marvel bersatu lagi. Ghea tiba-tiba datang dan berkata. kalau Aku jadi Kamu, aku tak akan menyerah begitu saja.

Bagas lalu bertanya ke Gea apakah Kamu masih cinta dengan marvel? Ghea menjawab kalau selamanya Dia akan cinta terhadap Marvel bahkan kondisinya yang sekarang tak berpengaruh.

Ghea ajak Bagas kerja sama agar Dia dapat Marvel dan Bagas dapat Indah. Bagas tak ingin terpengaruh omongan Ghea. Nampaknya Bagas mulai terpengaruh, Dia akan memperjuangkan cintanya ke Indah. Dia sudah berjuang untuk kesekian kalinya dan Ia tak ingin kehilangannya lagi.

Preview Cahaya Terindah 7 September 2019 Sinopsis: Episode 124

Bagas akhirnya mau kerja sama dengan Ghea. Kali ini Dia sungguh-sungguh jadi karakter jahat (antagonis). Ia berfikir cara untuk menyingkirkan Marvel. Ghea tak mau sampai marvel kenapa-napa, jika Bagas nekat, Dia juga akan menyingkirkan Indah.

Sementara itu Vita membawa Marvel menemui Hendardi dan Indah. Dia berkata kalau mata Marvel bisa disembuhkan dengan cara di operasi namun dilakukan di Sydney. Indah bertanya ke Marvel, apakah Kau mau pergi ninggalin aku lagi? Bagas dan Ghea dari balik tembok menguping pembicaraan mereka berempat.