UPDATEMAGZ.COM – Sinopsis Gadis Pemimpi SCTV Episode 10 September 2019. Dengan ditutupnya akses jalan menuju toko, toko Cahaya otomatis bangkrut. Sebenarnya Pak Abadi mau menemui Dimas, minta tolong supaya dijual saja tokonya, kan sertifikat masih dipegang Dimas. Tapi Pak Abadi nggak tahu dimana Dimas tinggal, lagipula siapa juga yang mau beli bangunan tanpa akses jalan. Cahaya dan adik-adiknya juga sedih tokonya bangkrut, tapi mereka tak bisa berbuat banyak karena memang itu tanahnya Pak Jamal.

Masih di episode miniseri Gadis Pemimpi hari ini, Cahaya menutupi hal ini dari Ale. Setiap Ale mau antar atau jemput Cahaya, Cahaya berusaha nolak dengan alasan macam-macam. Cahaya takut kalau Ale marah dan menghajar Dito atau Pak Jamal lagi. Sementara itu, Ale sangat bahagia bisa pacaran dengan Cahaya. Ale jadi semangat ke kantor, tapi sayangnya bukan buat kerja, tapi buat ngegombalin atau usilin Cahaya. Cahaya jadi gemas dan berusaha bujukin Ale supaya fokus kerja, soalnya Cahaya sering merasa tak enak pada Dimas.

Ale sering limpahin tanggung jawab pekerjaannya ke Dimas. Dimas disuruh meeting, disuruh ketemu relasi, sementara Ale ngajak Cahaya jalan-jalan naik motornya. Dimas makin panas-dingin saat Ale curhat dia mau melamar Cahaya, bahkan Ale ngajakin bikin acara pernikahan bareng, Ale sama Cahaya, Dimas sama Cintia. Dimas menolak dengan alasan keluarga mereka masih dalam suasana berkabung atas meninggalnya Pak Surya. Kali ini Ale nurut sama Dimas.

Hari itu tanpa bilang-bilang, Ale mau ke rumah Cahaya. Disitu dia baru tahu kalau akses jalan menuju toko sudah ditutup tembok tinggi. Ale langsung emosi mendengar penjelasan Jalu yang kebetulan lagi main di dekat situ. Ale langsung mencari Pak Jamal, tapi malah ketemu Dito. Ale hampir menghajar Dito, untungnya Cahaya keburu datang karna Jalu langsung lari ngadu sama Cahaya.

Cahaya menenangkan Ale, ini memang hak Pak Jamal untuk menjual tanahnya, jadi mereka tak bisa menuntut apa-apa. Cahaya minta Ale jangan gampang emosi lagi, soalnya sekarang Ale adalah pimpinan perusahaan, tanggung jawab besar dipikul Ale. Ale minta maaf pada Cahaya, Ale cuma tak ingin ada yang menyakiti Cahaya dan keluarganya.

 

Sinopsis Gadis Pemimpi

Gadis Pemimpi

Tanpa sepengetahuan Cahaya, Ale minta tolong Dimas belikan dia ruko di tempat yang strategis. Dimas tanya buat apa, Ale hanya jawab buat tempat usaha. Dimas langsung semangat nyariin karena Dimas pikir Ale sudah nyerah jadi direktur, dan akan alih profesi buka studio foto di ruko itu.

Setelah dapat rukonya, Dimas langsung menyelesaikan transaksi dan sertifikatnya, pokoknya Dimas ingin cepat-cepat Ale pergi dari kantor, supaya dia bisa mendekati Cahaya lagi. Setelah semua beres, Dimas menyerahkan kunci ruko, sertifikatnya menyusul karna masih proses. Ale sangat berterima kasih sama Dimas. Ale janji akan undang Dimas di acara opening-nya nanti.

 

Gadis Pemimpi

Tanpa sepengetahuan Cahaya, Ale minta tolong Dimas belikan dia ruko di tempat yang strategis. Dimas tanya buat apa, Ale hanya jawab buat tempat usaha. Dimas langsung semangat nyariin karena Dimas pikir Ale sudah nyerah jadi direktur, dan akan alih profesi buka studio foto di ruko itu.

Setelah dapat rukonya, Dimas langsung menyelesaikan transaksi dan sertifikatnya, pokoknya Dimas ingin cepat-cepat Ale pergi dari kantor, supaya dia bisa mendekati Cahaya lagi. Setelah semua beres, Dimas menyerahkan kunci ruko, sertifikatnya menyusul karna masih proses. Ale sangat berterima kasih sama Dimas. Ale janji akan undang Dimas di acara opening-nya nanti.