UPDATEMAGZ.COM – Sinopsis Gadis Pemimpi SCTV Episode 13 September 2019. Bercerita tentang Ale yang divonis oleh dokter, kena gagal ginjal. Ale harus rutin melakukan cuci darah, dan itu membutuhkan biaya yang tak sedikit. Cahaya syok menerima kenyataan ini. Tapi anhnya Ale malah bersikap sok tenang, bagi Ale nggak masalah sakit apa pun, yang penting jangan sakit hati gara-gara ditinggalin Cahaya. Jelas Cahaya jadi gemas sama sikap konyol Ale. Lalu, Ale minta Cahaya berjanji, jangan bertemu Dimas lagi.

Gadis Pemimpi

Sementara itu Cintia makin kesal sama sikap Dimas yang terus menolaknya. Cintia lalu ngadu ke Bu Dewi tentang Cahaya yang sekarang jualan warung kecil di pinggir jalan. Kata Cintia, pasti modal warung itu dari Dimas, soalnya Cintia pernah melihat Dimas menemui Cahaya. Bu Dewi jadi makin nggak suka sama Cahaya. Bu Dewi takut Cahaya manfaatkan rasa cinta Dimas padanya. Bu Dewi suruh Cintia kasih pelajaran ke Cahaya.

Kondisi Ale makin hari makin lemah. Ale jadi nggak bisa kerja lagi. Bahkan untuk bayar kost dan berobat, Ale sampai menggadaikan motornya. Cahaya jadi kasihan sama Ale. Cahaya coba sarankan agar Ale pulang saja, agar bisa dapat fasilitas ke rumah sakit, tapi Ale menolak.

Banyak Komen

Sampai pada suatu hari, kondisi Ale makin drop sampai tak sadarkan diri. Cahaya membawa Ale ke rumah sakit. Disaat bersamaan, Cahaya dapat kabar kalau warungnya terbakar. Itu adalah perbuatan Cintia yang nyuruh Dito  melempar korek api(nyala)ke dagangan bensin eceran di warung Cahaya. Cahaya syok, kalut, apalagi Ale diharuskan masuk ICU. Sebenarnya Dimas tahu kabar sakitnya Ale dari supirnya, tapi Bu Dewi selalu melarang kalau Dimas mau jenguk atau kasih bantuan uang ke Ale.Bu Dewi bilang, jangan terlalu pikirkan Ale, dia itu bukan saudara kandung kamu. Tanpa Bu Dewi tahu, si Mbok (pembatu di rumah)memberi tahu Dimas sebuah rahasia penting. Menurut si Mbok, Dimas itu anak kandung Pak Surya, soalnya waktu Dimas berumur 3 tahun, Dimas kecelakaan ditabrak motor.

Saat itu Dimas kehilangan banyak darah, Pak Surya-lah yang mendonorkan darah buat Dimas, karna hanya darah Pak Surya yang sama dengan darah Dimas. Jadi Dimas dan Ale sudah pasti saudara sekandung, kata si Mbok. Dimas mendesak Bu Dewi lagi soal ini. Akhirnya Bu Dewi mengakui kalau dirinya berbohong mengarang cerita tersebut. Bu Dewi berbuat begitu karna kesal sama sikap pilih kasih Pak Surya yang lebih sayang Ale daripada Dimas.

Di rumah sakit, kondisi Ale makin drop. Pihak rumah sakit juga menagih biaya yang terus membengkak. Cahaya jadi kalut, apalagi keuangan keluarganya juga memprihatinkan, sampai-sampai Pak Abadi jadi tukang parkir di pasar demi kebutuhan anak-anaknya. Cahaya terpaksa melanggar janjinya pada Ale, Cahaya lalu menemui Dimas untuk minta bantuan dari Dimas.